Sejarah&Prestasi

wpid-persib_121231c.jpeg

Persib yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung adalah salah satu tim sepak bola Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung. Catatan prestasi tim ini relatif stabil di papan atas sepak bola Indonesia, sejak era Perserikatan sampai ke Liga Indonesia masa kini.

SEJARAH
Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan “kelas dua”. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “perang dingin” dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur’alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

STADION DAN MESS
Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakai Stadion Siliwangi.

Pada Indonesian Super League 2008/2009, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai “home-base” hingga akhir musim kompetisi.

Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun Sarana Olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011 nanti. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Saat ini, kontrak pembangunan stadion yang rencananya akan diberi nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api ini telah diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Diperkirakan, pembangunan stadion ini akan memakan waktu 883 hari.

Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual kaos Persib dll. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.

Sejak diresmikan, pernah bocor dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering karena terlamess persib sudah beberapa kali mendapatkan masalah. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

Sponsor Persib
PT Daya Adira Mustika (Honda Dealer) (2009/2010 — 2012/2013)
PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) (Evalube) (2009/2010 — 2011/2012)
PT Indosat Tbk. (Indosat IM3) (2012/2013)
PT Harum Energy Tbk (Coal Mining Company) (2011/2012)
PT Multistrada Arah Sarana, Tbk. (MASA) (Corsa Tire) (2009/2010 & 2011/2012)
PT Surya Eka Perkasa (2011/2012)
Kopi ABC
Achilles Radial

APPAREL
Vilour (2006–2009)
Diadora (2009–2010)
Joma (2010–2011)
Mitre (2011–2012)
League (2012-sekarang)

PRESTASI

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Nasional[sunting | sunting sumber]
Liga[sunting | sunting sumber]
Perserikatan

Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
Tahun 1937, Juara Perserikatan (1)
Tahun 1961, Juara Perserikatan (2)
Tahun 1986, Juara Perserikatan (3)
Tahun 1990, Juara Perserikatan (4)
Tahun 1994, Juara Perserikatan (5) (Edisi Terakhir Perserikatan sebelum dilebur dengan GALATAMA)
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985
Divisi Utama
Juara (1): 1994–95
Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]
Tahun 1995, Juara Liga Indonesia
Tahun 1996, Penyisihan Grup C, Peringkat 3 Divisi Barat
Tahun 1997, Penyisihan Grup B, Peringkat 1 Divisi Tengah
Tahun 1998, Semifinalis
Tahun 1999, Peringkat 3 Grup B, Wilayah Barat
Tahun 2000, Peringkat 8 Wilayah Barat
Tahun 2001, 8 Besar Liga Indonesia, Peringkat 3 Divisi Barat
Tahun 2002, Peringkat 8 Wilayah Barat
Tahun 2003, Peringkat 16 Liga Bank Mandiri
Tahun 2004, Peringkat 6 Liga Bank Mandiri
Tahun 2005, Peringkat 5 Wilayah Satu
Tahun 2006, Peringkat 12 Wilayah Satu
Tahun 2007, Peringkat 5 Wilayah Barat, Juara Turnamen Paruh Musim “Laga Bintang” Liga Djarum melawan Peringkat 1 Wilayah Timur
Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]
Musim 2008 – 2009, Peringkat 3 Liga Super Indonesia
Musim 2009 – 2010, Peringkat 4 Liga Super Indonesia
Musim 2010 – 2011, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
Musim 2011 – 2012, Peringkat 8 Liga Super Indonesia
Musim 2012 – 2013, Peringkat 4 Liga Super Indonesia
Piala[sunting | sunting sumber]
Piala Persija
Juara (1): 1991
Piala Kang Dada
Juara (1): 2008
Piala Celebes
Juara (1): 2012
Internasional[sunting | sunting sumber]
Liga Champions Asia
Perempat Final (1): 1995

Berikut daftar pemain Persib di Indonesia Super League 2014

No. Posisi Pemain Negara
1 Kiper M. Natsir Fadhil Mahbudy Indonesia
3 Bek Vladimir Vujović Montenegro
6 Bek Tony Sucipto Indonesia
7 Gelandang Atep Indonesia
8 Gelandang Muhammad Taufiq Indonesia
10 Gelandang Makan Konaté Mali
11 Penyerang Rudiana Indonesia
12 Kiper Shahar Ginanjar Indonesia
13 Bek Muhammad Agung Pribadi Indonesia
15 Gelandang Firman Utina Indonesia
16 Bek Achmad Jufriyanto Indonesia
17 Penyerang Ferdinand Sinaga Indonesia
18 Bek Jajang Sukmara Indonesia
19 Penyerang Sigit Hermawan Indonesia
22 Bek Supardi Nasir Indonesia
23 Gelandang Muhammad Ridwan Indonesia
24 Gelandang Hariono Indonesia
28 Bek Abdul Rahman Sulaeman Indonesia
78 Kiper I Made Wirawan Indonesia
82 Penyerang Tantan Indonesia
20 Penyerang Djibril Coulibaly Mali
Transfer 2012-2013[sunting | sunting sumber]
Masuk[sunting | sunting sumber]
Ahmad Jufrianto (dari Bendera Indonesia Sriwijaya FC)
Tantan (dari Bendera Indonesia Sriwijaya FC)
Abdul Rahman Sulaeman (dari Bendera Indonesia Sriwijaya FC)
Ferdinand Sinaga (dari Bendera Indonesia Persisam Samarinda)
Muhammad Taufiq (dari Bendera Indonesia Persebaya 1927)
Muhammad Natshir (dari Bendera Indonesia Arema FC)
Djibril Coulibaly (dari Bendera Indonesia Barito Putra)
Makan Konaté (dari Bendera Indonesia Barito Putra)
Vladimir Vujović

Keluar
Georges Parfait Mbida Messi
Hilton Moreira
Kenji Adachihara (ke Persita Tangerang)
Abanda Herman (ke Barito Putra)
Naser Al Sebai (ke Churchill Brothers S.C.)
Cecep Supriartna
Maman Abdurrahman (ke Sriwijaya FC)
Aang Suparman
Airlangga Sucipto (ke Semen Padang FC)
Asri Akbar (ke Sriwijaya FC)
Rizky Bagja
Sergio van Dijk (ke Iran Sepahan F.C.)

Staff Kepelatihan[sunting | sunting sumber]
Posisi Nama
Manager H. Umuh Muchtar
Ass Manager H. Dedy Firmansyah
Direktur Teknik Indra Tohir
Pelatih Utama Djajang Nurjaman
Asisten Pelatih Sutiono Lamso, Asep Somantri
Pelatih Kiper Anwar Sanusi
Pelatih Fisik Dino Sefriyanto
Pelatih U-21 Mustika Hadi
Manager U-18 Edi Djukardi
Pelatih U-18 Asep Sumantri
Manager U-15 Sigit Iskandar
Pelatih U-15 Anggi Prasetya
Dokter Tim Mohammad Raffi Ghani
Psikolog [[]]

Kepengurusan
Ketua Umum: H. Dada Rosada
Direktur Jendral: Glenn Sagita
Bidang Umum: Amin Suganda, Zulkarnaen
Ketua Panpel: Budi Bram Rachman
Masseur: Emen Suwarman, Sutisna, Wara Muharam
Badan Hukum[sunting | sunting sumber]
PT. Persib Bandung Bermartabat

Posisi Nama
Direktur Jendral Glenn Sagita
Manager H. Umuh Muchtar
Assistant Manager Deddy Firmansyah
Direktur Keuangan Merdi Hazizi
Direktur Marketing dan Development Veby Permadi
Direktur Pengembangan Ari D. Sutedi
Komisaris Utama Zainuri Hasyim
Komisaris Kuswara S. Taryono
Wakil Komisaris Utama Pieter Tanuri
Suporter[sunting | sunting sumber]
Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan dari ibu kota provinsi Jawa Barat. Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga Indonesia, Bobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib Club, Bomber (Bobotoh Maung Bersatu), Flowers City Casuals, Ultras Persib. Suporter Persib memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka. Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim. Pada tanggal 22 Juni 2013, ketika Persib akan melakoni pertandingan tandang melawan Persija Jakarta di SUGBK, tiba-tiba Bus yang mengangkut rombongan pemain dan Official diserang oleh oknum yang diduga adalah supporter lawan (The Jakmania). Hingga kini, pihak Polda Metro Jaya belum menangkap tersangka pengrusakkan bus Persib tersebut. Sampai pada akhirnya pertandingan “El Classico” Indonesia tersebut di tunda sampai tanggal 28 Agustus 2013.

Daftar pelatih dan pemain asing
Pelatih Liga Indonesia
Berikut daftar pelatih Persib sejak musim kompetisi 1994/1995:

Tahun Pelatih
1994/1995 Bendera IndonesiaIndra Thohir
1995/1996 Bendera IndonesiaRisnandar Soendoro
1996/1997 Bendera IndonesiaNandar Iskandar
1997/1998 Bendera IndonesiaNandar Iskandar
1998/1999 Bendera IndonesiaM. Suryamin
1999/2000 Bendera IndonesiaM. Suryamin Bendera IndonesiaIndra Thohir
2000/2001 Bendera IndonesiaIndra Thohir
2001/2002 Bendera IndonesiaDeny Syamsudin
2003/2004 Bendera PolandiaMarek Andrzej Sledzianowski Bendera IndonesiaBambang Sukowiyono & Iwan Sunarya(caretaker) Bendera ChiliJuan Antonio Paez
2004/2005 Bendera ChiliJuan Antonio Paez
2005/2006 Bendera IndonesiaIndra Thohir
2006/2007 Bendera IndonesiaRisnandar Soendoro Bendera IndonesiaDjadjang Nurdjaman & Dedi Sutendi (caretaker) Bendera MoldovaArcan Iurie Anatolievichi
2007/2008 Bendera MoldovaArcan Iurie Anatolievichi Bendera IndonesiaDjajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008/2009 Bendera IndonesiaJaya Hartono
2009/2010 Bendera IndonesiaJaya Hartono Bendera IndonesiaRobby Darwis(caretaker)
2010/2011 Bendera PerancisDaniel Darko Jankovic Bendera SerbiaJovo Cuckovic Bendera IndonesiaDaniel Roekito
2011/2012 Bendera KroasiaDrago Mamic Bendera IndonesiaRobby Darwis(caretaker)
2012/ Bendera IndonesiaDjajang Nurjaman
Daftar pemain legendaris[sunting | sunting sumber]
Bendera Indonesia Adeng Hudaya
Bendera Indonesia Sobur
Bendera Indonesia Wowo Sunaryo
Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
Bendera Indonesia Nandar Iskandar
Bendera Indonesia Dede Iskandar
Bendera Indonesia Djajang Nurjaman
Bendera Indonesia Max Timisela
Bendera Indonesia Heri Kiswanto
Bendera Indonesia Dadang Kurnia
Bendera Indonesia Ajat Sudrajat
Bendera Indonesia Robby Darwis
Bendera Indonesia Sutiono Lamso
Bendera Indonesia Yusuf Bachtiar
Bendera Indonesia Anwar Sanusi
Bendera Indonesia Budiman Yunus
Bendera Indonesia Yadi Mulyadi
Bendera Indonesia Kekey Zakaria
Bendera Indonesia Nur’alim
Bendera Indonesia Yaris Riyadi
Bendera Indonesia Yudi Guntara
Bendera Indonesia Eka Ramdani
Daftar pemain asing[sunting | sunting sumber]
Berikut daftar pemain asing yang pernah bermain untuk Persib. Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Persib.

CONMEBOL

Bendera Argentina Adrian Colombo
Bendera Argentina Pablo Frances
Bendera Brasil Antonio Claudio De Oliveira
Bendera Brasil Amarildo Souza
Bendera Brasil Ulian de Souza
Bendera Brasil Fábio Lopes Alcântara
Bendera Brasil Hilton Moreira
Bendera Brasil Marcio Souza Da Silva
Bendera Brasil Rafael Alves Bastos
Bendera Chili Rodrigo Sanhueza
Bendera Chili Angelo Espinoza
Bendera Chili Claudio Lizzama
Bendera Chili Alejandro Tobar
Bendera Chili Rodrigo Lemunao
Bendera Chili Julio Lopez
Bendera Chili Christian Mollina
Bendera Chili Patricio Jimenez Diaz
Bendera Paraguay Lorenzo Cabanas
Bendera Paraguay Christian Rene Martinez
Bendera Uruguay Osvaldo Moreno
Bendera Uruguay Bendera Indonesia Cristian Gonzáles
CAF

Bendera Kamerun Christian Bekamenga
Bendera Kamerun George Clement Nyeck Nyobe
Bendera Kamerun Louis Berty Ayock
Bendera Ghana Moses Sakyi
Bendera Burkina Faso Brahima Traore
Bendera Nigeria Ekene Ikenwa
Bendera Nigeria Chioma Kingsley
Bendera Maroko Redouane Barkaoui
Bendera Kamerun Herman Abanda
Bendera Kamerun Herman Dzumafo Epandi
Bendera Kamerun Georges Parfait Mbida Messi
UEFA

Bendera Polandia Maciej Dolega
Bendera Polandia Mariusz Mucharski
Bendera Polandia Piotr Orlinski
Bendera Polandia Pavel Bocjian
Bendera Rumania Leontin Chitescu
Bendera Montenegro Miljan Radovic
Bendera Montenegro Zdravko Dragicevic
AFC

Bendera Singapura Noh Alam Shah
Bendera Singapura Shahril Ishak
Bendera Singapura Baihakki Khaizan
Bendera Thailand Nipont Chanarwut
Bendera Thailand Pradith Taweechai
Bendera Thailand Suchao Nuchnum
Bendera Thailand Sinthaweechai Hathairattanakool
Bendera Jepang Satoshi Otomo
Bendera Jepang Shohei Matsunaga
Bendera Jepang Kenji Adachihara
Bendera Australia Robbie Gaspar
Bendera Suriah Naser Al Sebai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s